Selasa, 22 Mei 2012

Vampir really exist in Borneo


Mitos tentang vampir memang sudah jadi santapan sehari-hari, terutama untuk penggemar film Hollywood maupun pembaca kisah misteri.

Mahluk penghisap darah yang abadi tersebut memiliki berbagai nama di berbagai tempat.
Kalau di bumi Kalimantan  mereka disebut dengan Kuyang. dan ini nyata. yes man..vampire is really exist in Borneo...

Kuyang disebut-sebut memiliki paras yang cantik dan senantiasa muda dalam kesehariannya. 
Tapi no pain, no gain: kemudaan dan kecantikannya harus ditukar dengan sebuah ritual yang menyeramkan, yaitu menghisap darah. konon darah yang mereka buru adalah darah janin, darah bayi, darah ibu muda maupun darah para gadis. (ya..saya maklum kalo nenek-nenek tidak termasuk dalam incaran mereka).

prosesi mereka dalam melakukan ritual juga tergolong menyeramkan.
mereka harus melepaskan kepala mereka dari raga mereka, hal tersebut mereka lakukan secara gaib dengan menggunakan minyak kuyang (itu adalah minyak ajaib..yang tidak boleh dicari oleh oleh beriman)
kepala dengan organ dalam mereka dapat terbang dan mencari mangsa. Dari kejauhan kepala yang melayang tersebut terlihat seperti meteor yang melayang pelan...(yang ini, saya, penulisnya blog ini, pernah melihat. Awalnya saya bingung, kalo bintang, atau meteor terlalu rendah, kalo pesawat terlalu terang cahayanya dan terlalu pelan, kalo lampu, atau petasan...nyalanya terlalu stabil dan terlalu lama ada di udara. lebih dari 1 tahun kemudian saya baru sadar benda apakah itu...ternyata...hiiiiiiiiiiiiiiiii)

tapi di mana mana vampir hanya bisa beraksi di malam hari.
kuyangpun takut dengan cahaya matahari.
begitu datang subuh mereka harus segera kembali menyatukan kepala dengan tubuh mereka.
kalau tidak, maka mereka kehilangan tenaga.

jadilah kuyang yang kesiangan biasanya bersembunyi di kandang, di tempat kosong, atau bahkan kalau kepepet bersembunyi di pohon yang rimbun untuk melindungi diri dari cahaya matahari.

ada juga kuyang-kuyang yang apes yang kepergok lagi sembunyi
bahkan yang tersangkut tiang listrik. (mungkin aliran elektron mengurangi kesaktiannya juga)
akhirnya mereka ramai-ramai di..........oleh penduduk.

Sekarang dengan semakin ramainya Kalimantan, ditambah dengan berbagai teknologi informasi, keberadaan kuyang saat ini semakin marak diberita, namun semakin tragis juga nasibnya .

orang-orang semakin waspada, higienitas semakin tinggi, semakin banyak yang tahu agama dan rajin berdoa....akhirnya, kuyang-kuyang ini harus mencari darah di bak sampah, dari sisa-sisa pembalut wanita....

Pky 23 mei 2012

Kuyang

cerpen oleh: Khaidiri Muhdarani/ penulis FLP 

Tepat tengah malam, kuyang-kuyang itu akan beterbangan serupa api yang menyala, melintas pucuk pepohonan, berjalan bak meteor yang melambat, namun melucur pasti. Dari kejauhan memang kuyang adalah pemandangan yang mungkin elok bagi orang yang tak mengetahuinya. Namun, bulu kuduk mana yang tidak merinding jika sosok cahaya yang berkelipan bak meteor itu adalah sebuah kepala manusia dengan isi perut berupa usus, hati, bahkan jantung yang masih berdetak terpampang nyata, berburai dan menggantung di sebuah kepala yang mengerikan, sebuah kepala tanpa tubuh yang darahnya bececeran menetes dari leher yang terputus. Bukan, bukan leher yang terputus, namun leher yang sengaja diputus atau jasad yang sengaja memutus kepala darinya pada pekat sebuah malam yang ditentukan.

Kuyang adalah salah satu ilmu pesugihan yang sudah dikenal masyarakat di Kalimantan, begitu pun di Desa Guntung ini. Dengan ilmu pesugihan berupa kuyang, konon orang yang mengaji pesugihan itu bisa melepas kepalanya dari tubuhnya, kemudian berkeliaran menyambangi rumah-rumah para saudagar untuk mengambil sebagian harta mereka. Kuyang hanya melakukan aksinya di malam yang pekat serupa setan yang gentayangan. Jauh sebelum dini hari merangkak menyambut pagi, kuyang harus segera pulang membawa hasil pekerjaannya menyambangi rumah-rumah para saudagar. Konon kuyang akan lumpuh atau tak bisa kembali pulang, jika dia kesiangan. Bagi yang bermental pemberani, menemukan kuyang yang kesiangan dan tak bisa pulang adalah serupa rezeki nomplok, alamat akan mendapatkan upah dari sang kuyang jika berkenan mengantarkan sang kuyang pulang ke rumah.

Maka tersebutlah Desa Guntung yang konon segelintir penduduknya beprofesi sebagai kuyang. Dan benar saja, suatu malam akan bermunculan dan bertebangan kuyang-kuyang pencari harta jarahan yang membumbung terbang dari desa tersebut.

Bagi segelintir penduduk desa, menjadi kuyang adalah pekerjaan yang menjanjikan di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, harga bahan pokok yang makin menjulang, sementara global warming membuat penduduk berulang kali menelan gagal panen, yang akhir menyekik leher yang kian dihimpit beban kehidupan. Persekutuan dengan makhluk halus berupa kemusyrikan itu tak bisa dielakan, pun warga sudah mulai terbiasa dengan keberadaan kuyang, walaupun masih ada segelintir orang yang gelisah dan merasa terganggu dengan keberadaan kuyang, apalagi desanya yang mulai disebut-sebut sebagai sarang kuyang. Tak terkecuali dengan Kyai Muhdar, tokoh masyarakat yang paling dihormati dan paling dielu-elukan penduduk desa. Bagi Kyai Muhadar, hal ini sudah mencoreng namanya sebagai seorang kyai. Melalui pengajiannya yang rutin tiap senin malam ba’da isya, Kyai Muhdar selalu menyampaikan dan menentang keberadaan kuyang. Dengan para remaja dan pemuda yang dengan sukarela meng-khadam-kan diri kepada beliau, maka berbagai aksi dilakukan Kyai Muhdar untuk menyelamatkan umat.

Malam jum’at legi ini, Kyai Muhdar dan khadam-khadam-nya melakukan ritual membaca ayat-ayat rukiyat di utara kampung, setelah malam jum’at sebelumnya ayat-ayat rukiyat yang disunahkan itu dibaca di selatan kampung. Rencananya, empat malam jum’at, beliau akan membacakan ayat-ayat rukiyat di empat penjuru kampung, dibantu oleh khadam-khadam beliau yang sudah lama dididik ketauhidannya oleh beliau.

Pun penduduk yang mendukung Kyai Muhdar, berbondong-bondong ikut melakukan ritual baca ayat rukiyat itu. Namun, di sudut gelap kehidupan, di gulita yang tak tersentuh oleh cahaya iman, para pengaji kuyang merasa risih dan terganggu dengan ritual itu. Karena, semenjak Kyai Muhdar dan pendukungnya membaca ayat-ayat rukiyat di empat penjuru kampung, para pengaji kuyang mulai kehilangan kekuatan, entah kenapa mereka mulai kesulitan melepas leher mereka untuk terbang membumbung menyentuh brankas-brangkas para penumpuk harta. Sudah berkali-kali botol minyak kuyang dioleskan ke leher, namun tak jua kepala melepas dari badan, tak berbeda dengan nasib kuyang-kuyang yang lainnya, mereka juga merasa kehilangan kesaktiannya, ada yang tak bisa melepas kepalanya, ada pula yang bisa melepas kepala namun tak sanggup terbang, ada lagi yang bisa terbang namun saat membumbung tinggi berusaha menerobos genteng rumah saudagar tiba-tiba jatuh menggelinding. Tragis, saja nasib para kuyang.

Kegiatan rutin membaca ayat rukiyat itu akhinya menjadi rutinitas kegiatan yang dilaksanakan penduduk kampung, setelah para penduduk yang pro kyai dan kontra dengan kuyang merasa nyaman menyaksikan kampungnya yang tak lagi dihantui dengan kuyang-kuyang yang berterbangan. Mereka yang pro dengan kyai tak lain adalah para saudagar kampung yang selalu membiayai dan menyediakan fasilitas yang mumpuni untuk kegiatan pengajian rutin yang diadakan oleh Kyai Muhdar. Para saudagar yang sungguh dermawan, menysihkan hartanya untuk kegiatan keagamaan, menyisihkan hartanya untuk amal jariyat, menyisihkan hartanya untuk mendukung dan menyokong kegiatan rutin pengajian yang diisi oleh Kyai Muhdar.
Bertahun-tahun ritual rukiyat itu dilaksanakan, hingga tak ada lagi berita tentang kemunculan kuyang yang terbang gentayangan. Para saudagar merasa makmur dan sejahtera karena tidak perlu lagi dihantui rasa takut disambangi kuyang-kuyang yang menginginkan harta mereka. Harta yang mereka tumpuk dari segala macam cara, dari berdagang, berternak, hingga masalah hutang-piutang─yang tak kenal riba─ yang menguntungkan dan membuat harta mereka kian menumpuk. Jaminan keamanannya adalah dengan terus menyumbangkan sebagian hartanya kepada Kyai Muhdar dengan dalih mendukung kegiatan majlis ta’lim yang dilakukan oleh Kyai Muhdar.

Kian lama kian tenggelam saja keberadaan kuyang di masyarakat itu, yang meningkat adalah kaum peminta-peminta pada sebuah tempat keramat yang dulunya biasa saja, sekarang malah membeludak pengunjungnya. Sebuah makam Amang Jurdi, tokoh pembela masyarakat yang gugur karena membela masayarakat dari aksi gerombolan bersenjata puluhan tahun silam. Gerombolan bersenjata yang  melakukan pemberontakan dengan pemerintahan di negri borneo. Konon Amang Jurdi adalah seorang pendekar hebat yang kebal dengan senjata apa saja, termasuk senapan yang digunakan gerombolan. Namun kelicikan para gerombolan akhirnya mengantarkan nyawa Amang Juhdi di atas sepucuk senapan yang awalnya tak bisa menembus tubuh beliau, namun setelah istri dan anak beliau disandra oleh gerombolan bersenjata, beliau menyerahkan nyawa pada platuk yang ditarik oleh gerombolan kemudian nyawa melayang bersamaan bunyi senapan yang pelurunya pada mulut beliau bersarang, hampir menembus kepala bagian belakang. Kematian dan perjuangan yang luar biasa dari seorang Amang Jurdi membuatnya dianggap sebagai pahlawan oleh penduduk desa dan makan beliau dikeramatkan.

Dulu, sering saja masyarakat desa ke makam Amang Jurdi untuk jiarah atau membaca beberapa wiridan. Namun hanya sekedar itu, dan sekarang keadaan jauh berbeda. Hampir setiap hari banyak masyarakat yang berjiarah ke sana, meminta berbagai macam hal. Dan ajaibnya adalah banyak yang berkeluh kesah tentang ekonomi kehidupan mereka yang kian terhimpit saja, kemudian setelah pulang dari makam Amang Juhdi mereka malah mendapat serupa rezki nomplok, entah itu ada tawaran pekerjaan, tiba-tiba dapat arisan, tanah mereka mau dibeli dengan harga mahal untuk pembangunan ruko, atau bahkan mendapat galuh berkerat-kerat saat mandulang.

Kemasbukan masyarakat akan jiarah yang berlebihan itu membaut Kyai Muhdar kembali gerah. Karena, menurut Kyai Muhdar, ini sudah berlebihan. Kyai Muhdar adalah termasuk orang yang suka jiarah kubur, namun hanya makam ulama sholeh yang beliau yakini keilmuan dan kewaliannya untuk dijiarahi, pun beliau hanya tadabbur di sana. Tak pernah sekali pun beliau meminta dengan makam. Ketauhidan Kyai Muhdar memang diakui oleh penduduk kampung dan khadam-khadam beliau.

Tak tinggal diam dengan semua itu, Kyai Muhdar kembali melakukan aksi bersama khadam-khadam-nya, dengan melakukan penjagaan ketat pada makam Amang Juhdi. Setiap malam Jum’at legi dilakukan tadarusan dan pembacaan ayat-ayat rukiyat di makam tersebut untuk menghilangkan bau-bau mistis yang menjerumuskan kemusyrikan pada makam tersebut. Dan hebatnya Kyai Muhdar adalah tak ada aksi beliau yang gagal dalam memberantas kemusyrikan di kampungnya.

Berkat aksinya yang luar biasa dalam memberantas kemusyrikan, Kyai Muhdar selalu dielu-elukan masyarakat. Sepak terjang beliau terdengar dimana-mana. Dalam kurun waktu dua tahun saja, nama Kyai Muhdar sudah tersohor di seluruh negri. Hingga pada suatu ketika beliau dilamar oleh sebuah Partai Politik baru. Dan setelah beliau berpikir panjang, inilah saatnya beliau berjuang untuk bangsanya, politik adalah kendaraan yang tepat bagi beliau menegakkan kebenaran yang hak.

Dengan menggandeng Kyai Muhdar, partai politik itu mendapat angin segar untuk kemajuan partainya, dan alhasil pada pemilu partai yang baru itu sudah meraup 13% suara. Ini sungguh awal yang bagus untuk sebuah partai politik.

Satu tahun Kyai Muhdar menjadi pengurus partai, sebuah berita menghebohkan masyarakat. Hasil penyelidikan KPK menyebut Kyai Muhdah tersangkut dalam kasus suap izin usaha yang mengeruk perut bumi banua ini. Dan diluar dugaan, Kyai Muhda terbukti bersalah dalam kasus tersebut. Kyai Muhdar terbukti menerima suap 2,3 Milyar dari perusahaan. Dan beliau akhirnya dijatuhi hukuman atas perbuatan beliau.

Desa Guntung yang paling heboh dengan berita ditangkapnya Kyai Muhdar. Tak ada yang menyangka semua ini terjadi. Rupanya terlalu sulit membebaskan diri dari jebakan sistem pada sebuah panggung politik, bahkan untuk seorang Kyai Muhdar. Jauh di sudut malam tak tersentuh, adalah para pengaji kuyang bersorak kegirangan dan tepat tengah malam, kuyang-kuyang itu kembali beterbangan serupa api yang menyala, melintas pucuk pepohonan, berjalan bak meteor yang melambat, namun melucur pasti. Pada tempat yang sama, makam Amang Juhdi kembali ramai dan dilakukan pembesaran makam. Pembesaran makam itu disokong oleh saudagar-saudagar kampung untuk menindih kuyang. Itulah cara mereka menyelamatkan harta setelah Kyai Muhdar mendekam di juruji besi.

Astambul, 01 Mei 2012. (Ba’da Isya)
http://www.facebook.com/notes/khairi-muhdarani/kuyang/10151124845908242?notif_t=note_reply

Selasa, 15 November 2011

Kelas Ekonomi

by Trista Km on Wednesday, October 28, 2009 at 10:19am


Aku senang melakukan perjalanan, sepanjang ingatanku, aku selalu memiliki impian untuk melakukan perjalanan, bahkan di buku tahunan SMA-ku kutuliskan bahwa cita-citaku adalah berkeliling dunia. Memang belum sepenuhnya terwujud, tapi setidaknya aku bisa berkeliling Indonesia, karena suamiku sepanjang masa tugasnya akan selalu berpindah tempat, lama maksimal disuatu tempat adalah 3 tahun.
Dalam perjalananku aku menikmati semua media yang aku pakai, mulai sepeda hingga pesawat, tapi yang paling aku sukai adalah berkuda dan naik kereta api. Anggaplah, berkuda saat ini bukan bertransportasi melainkan berwisata, maka naik kereta api adalah media perjalanan jarak jauh yang paling aku nikmati.
lebih santai pake transportasi umum, nggak mikir nyetir n bisa melihat aktivitas di terminal maupun stasiun, melihat manusia berinteraksi, melihat mahluk Allah bertebaran mencari rezeki. kadang juga trenyuh malah sampai termehek-mehek menyaksikan realita hidup.
Aku juga tidak pandang bulu dengan kelas yang aku naiki, mau kelas eksekutif maupun ekonomi, yang penting aku melakukan perjalanan. Bahkan banyak perjalanan yang berkesan justru ketika aku berada dikelas ekonomi. Ketika berada dikelas ekonomi, kita langsung bisa blended, ketika di bis atau kereta kita bisa berbagai tempat duduk dan lantas berbagi cerita. Di kapal kita lebih bisa berbagi tilam dan juga berbagi cerita. Dikelas ekonomi setiap manusia menampakan beberapa sifat dasarnya, ada yang egois, ada yang pemurah, ada yang peminta-minta, ada yang oportunis ada juga yang memang penjahat. Ini tidak bisa ditemukan di kelas eksekutif di mana setiap individu di beri fasilitas tersendiri untuk merasa nyaman tanpa terganggu maupun mengganggu individu di sebelahnya, aku lebih sering tidur di kelas eksekutif dan lebih sering tersenyum (malah kadang menangis) di kelas ekonomi.
Akan lebih baik bila suatu kali kita mengunjungi kelas ekonomi meskipun kondisi ekonomi kita bahkan telah cukup untuk membeli jet pribadi, barangkali bila petinggi negeri ini bersedia meluangkan waktunya untuk blended di kelas ekonomi, mereka akan lebih peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan dibutuhkan negeri.
Pengalaman dan berbagai kesan yang kudapat dari kelas ekonomi adalah sesuatu yang ingin aku bagi pada anakku, berbeda dengan aku dan ayahnya yang menyaksikan dan mengalami kerasnya hidup, Lintang, anakku, Alhamdulillah lahir ketika kondisi ekonomi kami telah mencapai taraf mapan. Namun, aku ingin Lintang hidup dengan humble seperti ayah dan ibunya, aku ingin menjadikan dia sebagai orang yang peka terhadap sesamanya.

Jodoh Di tangan Tuhan

by Trista Km on Wednesday, December 9, 2009 at 7:43pm

Belakangan seorang kenalan berkeluh kesah mengenai hidupnya, tentang suaminya, bercerita betapa
dia tidak bahagia dan sebagainya. Aku takut berkomentar selain berkata sabar-sabar tetapi sesungguhnya meskipun jodoh ditangan Tuhan tapi Allah juga berjanji tentang satu hal yaitu;“Bahwasana laki-laki baik mendapat perempuan baik dan laki-laki keji mendapat perempuan keji”. Aku nggak ingat dari ayat apa, soalnya Al quran terjemah-ku masih di semarang dan belum sempat dikirim ke sini.

Menurut ayat tersebut,pasangan hidup kita tentunya setara dengan kita, kita punya kekurangan dan kelebihan demikian pula pasangan kita, semakin banyak kelebihan kita semakin banyak pula kelebihan pasangan kita, meskipun mungkin kelebihan tersebut tidak sama. Misalnya kelebihan si Istri adalah seorang yang ceria dan banyak tertawa, bisa jadi kelebihan suami justru pada sikap diam dan seriusnya demi untuk mengimbangi si Istri agar izzah di keluarga tersebut senantiasa terjaga. Bisa jadi kekurangan istri adalah suka bergosip sementara si suami meskipun diam namun senantiasa berburuk sangka. Begitulah…ibarat nilai 1 sampai 10, kita dan pasangan nilainya sama-sama 7, meskipun kita salah di point a, b dan c sementara pasangan kita di point f ,g dan h.

Jadi, daripada kita susah-susah berkeluh kesah tidak mendapat jodoh yang sempurna, lebih baik kita intropeksi diri dengan menambah point kita, insyaAllah, point pasangan kitapun akan bertambah bias jadi hal tersebut berkait dengan kaidah kausalitas alias hukum sebab akibat.

Demikian pula dengan mereka yang sedang mencari jodoh, yakin pasti ketemu, karena sudah ada yang ngatur. Tugas kita adalah mempermak diri kita agar dapat point yang sempurna, niscaya pasangan kita juga akan setara dengan kita. Ibaratkan saja kalo kita cari pasangan di klub malam yang kita dapat yang kualitasnya nggak jauh-jauh dari penggemar dugem, kalo kita cari di majelis liqo’ yang kita dapat yang anak-anak yang nggak jauh mutunya dari liqo’. Meskipun pada perkembangannya semua dapat di up grade- dari anak dugem jadi anak liqo..tapi kan tetep..perkembangan pasangan kita adalah perkembangan kita juga.

Sebagai orang tuapun kita juga harus mempersiapkan diri, nggak usah pusing-pusing menentukan criteria menantu yang ideal. Cukup sempurnakan akhlak anak-anak kita, insyaAllah , Allah akan menepati janjinya untuk mempertemukan anak kita dengan pasangan yang setara dengan anak kita. Kalo anak kita jadi manusia mulia, Allahpun akan mempertemukan dia dengan pasangan mulia juga. Amin.

JANGAN NYARI YANG SINGLE DONG!!

by Trista Km on Sunday, June 27, 2010 at 5:04am


Paling sedih baca lowongan pekerjaan yang mencari karyawan dengan status single alias lajang.
Meskipun sekarang aku nggak nyari-nyari pekerjaan lagi, tapi membaca status single dalam lowongan pekerjaan membuat aku merasa trenyuh.

Sebenarnya apa alasan mereka mencari seorang yang belum menikah untuk dijadikan karyawan mereka. Karena menurut sudut pandangku, orang yang sudah menikah justru lebih qualified.

Karena sudah menikah, mereka tentu lebih bertanggungjawab, karena tentu saja, mereka telah memiliki beban ekonomis dan beban psikologis untuk menghidupi keluarga mereka. Jelas mereka lebih produktif, uang lebih banyak digunakan untuk menghidupi keluarga dan lebih sedikit untuk bersenang2 (kalo single kan terbalik).

Mereka juga lebih berhati-hati dalam bekerja, karena lebih takut dipecat daripada yang single. Mereka lebih memikirkan makan apa keluarga mereka daripada yang single. Kalo yang single sih masih lebih nyante, kalo nggak ada duit masih bisa minta makan ortu (kecuali yang mikir biaya nikah).
Orang sudah menikah juga memiliki kinerja dan motivasi yang lebh tinggi, karena sudah memiliki tujuan hidup yang lebih matang

Dan terutama, kalo semua mencari karyawan lajang, gimana dengan korban phk yang udah menikah?, anak-anak mereka gimana? kadang duit phk gak bisa buat ngapa-ngapain kecuali bayar utang atau hidup sebualan..apalagi buat modal.

apa seharusnya kita bikin undang-undang lagi ya?..ha ha...bikin tambah pusing pembuat dan pelaksana undang-undang aja

Huruf Hijjaiyah Lebih Mudah di Mengerti Anak.

by Trista Km on Tuesday, September 14, 2010 at 12:06am

Sebagai ibu Rumah Tangga (dan beberapa bulan ini merangkap sebagai guru TK), aku termasuk jenis ibu yang melahap berbagai bentuk ilmu dengan harapan bisa kujejalkan pada anakku. Salah satunya menerapkan home schooling di rumah.
Sejak 0 bulan, Lintang berusaha kujejali dengan berbagai macam wawasan, salah satunya belajar membaca, mulai dengan metode flash card, ejaan hingga yang terbaru fonic.
Lintang 3 tahun, meski kujejali dengan hal2 tersebut sejak usia 0 bulan, jelas progress nya tidak sesuai harapanku. dia belum bisa membedakan huruf dan angka, dan dia baru menghafal beberapa huruf saja.

TAPI....
sejak 2 bulan ini, Lintang mulai belajar qiroaty, aku menambah jam sendiri dari porsi di sekolahnya dan aku ajari dirumah dengan buku IQRO.
Amazing-nya...dibandingkan dengan belajar alphabeth, dia cepat sekali membaca (bukan cuma menghafal) huruf hijjaiyah.
Subhanallah, Allah memang memilihkan yang terbaik untuk kita, meskipun belum ada penelitian tentang hal ini, namun terbukti bahwa huruf hijjaiyah lebih mudah dipelajari oleh anak-anak.

Huruf hijjaiyah dalam rangkaian ayat-ayat AL Quran juga membuat mata tetap dapat berfungsi meski sudah uzur,  coba saja, banyak dari kakek nenek kita tetap bisa baca Al quran tanpa kacamata.
Yang lebih Amazing lagi....membaca Al Quran secara rutin memcegah Alzaimer alias kepikunan. Coba deh amati kakek, nenek atau kakek buyut kita yang hidupnya religius...mereka jarang ada yang pikun.

Rabu, 02 November 2011



Nasib negeri ini berbanding lurus dengan kemampuan kita menahan diri

by Trista Km on Saturday, July 2, 2011 at 7:56am


Musim penerimaan siswa baru
tetanggaku sibuk nyari sekolahan untuk anaknya
demi masuk sekolah favorit
dengan tanpa malu si ibu koar-koar berapa duit yang dia keluarkan
untuk melicinkan jalan si anak yang sebenarnya nggak mampu

Musim penerimaan pegawai
sang ayah sudah menyiapkan segebung uang
agar anak menjabat di kursi yang bisa dibeli

Musim pemilihan
ada sibuk cari posisi jadi politisi
yang hanya tahu politik menghancurkan
menyingkirkan negarawan brilian

lihatlah jadinya negeri ini
dipimpin oleh orang-orang yang memaksakan diri
merasa mampu
cuma merasa saja.....(padahal enggak...)
akhirnya kebodohan mereka menghabiskan warisan
yang seharusnya untuk cucu dan cicit mereka

bagaimana mereka mengajarkan kejujuran pada anak-anak mereka
bila mereka tidak bisa jujur?
bagaimana mereka menasehati anak-anak mereka untuk tidak bohong
padahal mereka pembohong?
bagaimana mereka mengingatkan anak-anak mereka untuk tidak mencuri?
padahal mereka memberi penghidupan keluarga mereka dengan mencuri.

menghabiskan setiap inci hutan demi mengisi pundi-pundi mereka sendiri
menandatangani perijinan membuka tambang harus pakai upeti...
mengijinkan kapal asing menghabisi seluruh ikan hingga nelayan lokal gigit jari
membekingi perusahaan asing yang mengeruk kekayaan negeri ini

kata mereka, cukup istigfar maka dosa akan terhapus (ada hadistnya neeh)
kata mereka hanya dengan sholat 4 rakaat sblm dan sesudah dhuhur maka neraka diharamkan menyentuh mereka. (ada hadistnya juga....)
kata mereka, kalo bisa bangun masjid maka nggak dosa kalo korupsi....(yg ini ngarang bangeddd)
bila kata mereka benar.....
bila kata mereka benar....
bila kata mereka benar....
???????????

kalaupun mereka benar ya Allah
jangan biarkan aku tergoda mengikuti mereka
jangan jadikan aku salah satu orang yang berbuat kerusakan di muka bumi

&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&