Selasa, 22 Mei 2012

Vampir really exist in Borneo


Mitos tentang vampir memang sudah jadi santapan sehari-hari, terutama untuk penggemar film Hollywood maupun pembaca kisah misteri.

Mahluk penghisap darah yang abadi tersebut memiliki berbagai nama di berbagai tempat.
Kalau di bumi Kalimantan  mereka disebut dengan Kuyang. dan ini nyata. yes man..vampire is really exist in Borneo...

Kuyang disebut-sebut memiliki paras yang cantik dan senantiasa muda dalam kesehariannya. 
Tapi no pain, no gain: kemudaan dan kecantikannya harus ditukar dengan sebuah ritual yang menyeramkan, yaitu menghisap darah. konon darah yang mereka buru adalah darah janin, darah bayi, darah ibu muda maupun darah para gadis. (ya..saya maklum kalo nenek-nenek tidak termasuk dalam incaran mereka).

prosesi mereka dalam melakukan ritual juga tergolong menyeramkan.
mereka harus melepaskan kepala mereka dari raga mereka, hal tersebut mereka lakukan secara gaib dengan menggunakan minyak kuyang (itu adalah minyak ajaib..yang tidak boleh dicari oleh oleh beriman)
kepala dengan organ dalam mereka dapat terbang dan mencari mangsa. Dari kejauhan kepala yang melayang tersebut terlihat seperti meteor yang melayang pelan...(yang ini, saya, penulisnya blog ini, pernah melihat. Awalnya saya bingung, kalo bintang, atau meteor terlalu rendah, kalo pesawat terlalu terang cahayanya dan terlalu pelan, kalo lampu, atau petasan...nyalanya terlalu stabil dan terlalu lama ada di udara. lebih dari 1 tahun kemudian saya baru sadar benda apakah itu...ternyata...hiiiiiiiiiiiiiiiii)

tapi di mana mana vampir hanya bisa beraksi di malam hari.
kuyangpun takut dengan cahaya matahari.
begitu datang subuh mereka harus segera kembali menyatukan kepala dengan tubuh mereka.
kalau tidak, maka mereka kehilangan tenaga.

jadilah kuyang yang kesiangan biasanya bersembunyi di kandang, di tempat kosong, atau bahkan kalau kepepet bersembunyi di pohon yang rimbun untuk melindungi diri dari cahaya matahari.

ada juga kuyang-kuyang yang apes yang kepergok lagi sembunyi
bahkan yang tersangkut tiang listrik. (mungkin aliran elektron mengurangi kesaktiannya juga)
akhirnya mereka ramai-ramai di..........oleh penduduk.

Sekarang dengan semakin ramainya Kalimantan, ditambah dengan berbagai teknologi informasi, keberadaan kuyang saat ini semakin marak diberita, namun semakin tragis juga nasibnya .

orang-orang semakin waspada, higienitas semakin tinggi, semakin banyak yang tahu agama dan rajin berdoa....akhirnya, kuyang-kuyang ini harus mencari darah di bak sampah, dari sisa-sisa pembalut wanita....

Pky 23 mei 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar