Kelas Ekonomi
by Trista Km on Wednesday, October 28, 2009 at 10:19am
Aku senang melakukan perjalanan, sepanjang ingatanku, aku selalu memiliki impian untuk melakukan perjalanan, bahkan di buku tahunan SMA-ku kutuliskan bahwa cita-citaku adalah berkeliling dunia. Memang belum sepenuhnya terwujud, tapi setidaknya aku bisa berkeliling Indonesia, karena suamiku sepanjang masa tugasnya akan selalu berpindah tempat, lama maksimal disuatu tempat adalah 3 tahun.
Dalam perjalananku aku menikmati semua media yang aku pakai, mulai sepeda hingga pesawat, tapi yang paling aku sukai adalah berkuda dan naik kereta api. Anggaplah, berkuda saat ini bukan bertransportasi melainkan berwisata, maka naik kereta api adalah media perjalanan jarak jauh yang paling aku nikmati.
lebih santai pake transportasi umum, nggak mikir nyetir n bisa melihat aktivitas di terminal maupun stasiun, melihat manusia berinteraksi, melihat mahluk Allah bertebaran mencari rezeki. kadang juga trenyuh malah sampai termehek-mehek menyaksikan realita hidup.
Aku juga tidak pandang bulu dengan kelas yang aku naiki, mau kelas eksekutif maupun ekonomi, yang penting aku melakukan perjalanan. Bahkan banyak perjalanan yang berkesan justru ketika aku berada dikelas ekonomi. Ketika berada dikelas ekonomi, kita langsung bisa blended, ketika di bis atau kereta kita bisa berbagai tempat duduk dan lantas berbagi cerita. Di kapal kita lebih bisa berbagi tilam dan juga berbagi cerita. Dikelas ekonomi setiap manusia menampakan beberapa sifat dasarnya, ada yang egois, ada yang pemurah, ada yang peminta-minta, ada yang oportunis ada juga yang memang penjahat. Ini tidak bisa ditemukan di kelas eksekutif di mana setiap individu di beri fasilitas tersendiri untuk merasa nyaman tanpa terganggu maupun mengganggu individu di sebelahnya, aku lebih sering tidur di kelas eksekutif dan lebih sering tersenyum (malah kadang menangis) di kelas ekonomi.
Akan lebih baik bila suatu kali kita mengunjungi kelas ekonomi meskipun kondisi ekonomi kita bahkan telah cukup untuk membeli jet pribadi, barangkali bila petinggi negeri ini bersedia meluangkan waktunya untuk blended di kelas ekonomi, mereka akan lebih peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan dibutuhkan negeri.
Pengalaman dan berbagai kesan yang kudapat dari kelas ekonomi adalah sesuatu yang ingin aku bagi pada anakku, berbeda dengan aku dan ayahnya yang menyaksikan dan mengalami kerasnya hidup, Lintang, anakku, Alhamdulillah lahir ketika kondisi ekonomi kami telah mencapai taraf mapan. Namun, aku ingin Lintang hidup dengan humble seperti ayah dan ibunya, aku ingin menjadikan dia sebagai orang yang peka terhadap sesamanya.