Selasa, 15 November 2011

Kelas Ekonomi

by Trista Km on Wednesday, October 28, 2009 at 10:19am


Aku senang melakukan perjalanan, sepanjang ingatanku, aku selalu memiliki impian untuk melakukan perjalanan, bahkan di buku tahunan SMA-ku kutuliskan bahwa cita-citaku adalah berkeliling dunia. Memang belum sepenuhnya terwujud, tapi setidaknya aku bisa berkeliling Indonesia, karena suamiku sepanjang masa tugasnya akan selalu berpindah tempat, lama maksimal disuatu tempat adalah 3 tahun.
Dalam perjalananku aku menikmati semua media yang aku pakai, mulai sepeda hingga pesawat, tapi yang paling aku sukai adalah berkuda dan naik kereta api. Anggaplah, berkuda saat ini bukan bertransportasi melainkan berwisata, maka naik kereta api adalah media perjalanan jarak jauh yang paling aku nikmati.
lebih santai pake transportasi umum, nggak mikir nyetir n bisa melihat aktivitas di terminal maupun stasiun, melihat manusia berinteraksi, melihat mahluk Allah bertebaran mencari rezeki. kadang juga trenyuh malah sampai termehek-mehek menyaksikan realita hidup.
Aku juga tidak pandang bulu dengan kelas yang aku naiki, mau kelas eksekutif maupun ekonomi, yang penting aku melakukan perjalanan. Bahkan banyak perjalanan yang berkesan justru ketika aku berada dikelas ekonomi. Ketika berada dikelas ekonomi, kita langsung bisa blended, ketika di bis atau kereta kita bisa berbagai tempat duduk dan lantas berbagi cerita. Di kapal kita lebih bisa berbagi tilam dan juga berbagi cerita. Dikelas ekonomi setiap manusia menampakan beberapa sifat dasarnya, ada yang egois, ada yang pemurah, ada yang peminta-minta, ada yang oportunis ada juga yang memang penjahat. Ini tidak bisa ditemukan di kelas eksekutif di mana setiap individu di beri fasilitas tersendiri untuk merasa nyaman tanpa terganggu maupun mengganggu individu di sebelahnya, aku lebih sering tidur di kelas eksekutif dan lebih sering tersenyum (malah kadang menangis) di kelas ekonomi.
Akan lebih baik bila suatu kali kita mengunjungi kelas ekonomi meskipun kondisi ekonomi kita bahkan telah cukup untuk membeli jet pribadi, barangkali bila petinggi negeri ini bersedia meluangkan waktunya untuk blended di kelas ekonomi, mereka akan lebih peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan dibutuhkan negeri.
Pengalaman dan berbagai kesan yang kudapat dari kelas ekonomi adalah sesuatu yang ingin aku bagi pada anakku, berbeda dengan aku dan ayahnya yang menyaksikan dan mengalami kerasnya hidup, Lintang, anakku, Alhamdulillah lahir ketika kondisi ekonomi kami telah mencapai taraf mapan. Namun, aku ingin Lintang hidup dengan humble seperti ayah dan ibunya, aku ingin menjadikan dia sebagai orang yang peka terhadap sesamanya.

Jodoh Di tangan Tuhan

by Trista Km on Wednesday, December 9, 2009 at 7:43pm

Belakangan seorang kenalan berkeluh kesah mengenai hidupnya, tentang suaminya, bercerita betapa
dia tidak bahagia dan sebagainya. Aku takut berkomentar selain berkata sabar-sabar tetapi sesungguhnya meskipun jodoh ditangan Tuhan tapi Allah juga berjanji tentang satu hal yaitu;“Bahwasana laki-laki baik mendapat perempuan baik dan laki-laki keji mendapat perempuan keji”. Aku nggak ingat dari ayat apa, soalnya Al quran terjemah-ku masih di semarang dan belum sempat dikirim ke sini.

Menurut ayat tersebut,pasangan hidup kita tentunya setara dengan kita, kita punya kekurangan dan kelebihan demikian pula pasangan kita, semakin banyak kelebihan kita semakin banyak pula kelebihan pasangan kita, meskipun mungkin kelebihan tersebut tidak sama. Misalnya kelebihan si Istri adalah seorang yang ceria dan banyak tertawa, bisa jadi kelebihan suami justru pada sikap diam dan seriusnya demi untuk mengimbangi si Istri agar izzah di keluarga tersebut senantiasa terjaga. Bisa jadi kekurangan istri adalah suka bergosip sementara si suami meskipun diam namun senantiasa berburuk sangka. Begitulah…ibarat nilai 1 sampai 10, kita dan pasangan nilainya sama-sama 7, meskipun kita salah di point a, b dan c sementara pasangan kita di point f ,g dan h.

Jadi, daripada kita susah-susah berkeluh kesah tidak mendapat jodoh yang sempurna, lebih baik kita intropeksi diri dengan menambah point kita, insyaAllah, point pasangan kitapun akan bertambah bias jadi hal tersebut berkait dengan kaidah kausalitas alias hukum sebab akibat.

Demikian pula dengan mereka yang sedang mencari jodoh, yakin pasti ketemu, karena sudah ada yang ngatur. Tugas kita adalah mempermak diri kita agar dapat point yang sempurna, niscaya pasangan kita juga akan setara dengan kita. Ibaratkan saja kalo kita cari pasangan di klub malam yang kita dapat yang kualitasnya nggak jauh-jauh dari penggemar dugem, kalo kita cari di majelis liqo’ yang kita dapat yang anak-anak yang nggak jauh mutunya dari liqo’. Meskipun pada perkembangannya semua dapat di up grade- dari anak dugem jadi anak liqo..tapi kan tetep..perkembangan pasangan kita adalah perkembangan kita juga.

Sebagai orang tuapun kita juga harus mempersiapkan diri, nggak usah pusing-pusing menentukan criteria menantu yang ideal. Cukup sempurnakan akhlak anak-anak kita, insyaAllah , Allah akan menepati janjinya untuk mempertemukan anak kita dengan pasangan yang setara dengan anak kita. Kalo anak kita jadi manusia mulia, Allahpun akan mempertemukan dia dengan pasangan mulia juga. Amin.

JANGAN NYARI YANG SINGLE DONG!!

by Trista Km on Sunday, June 27, 2010 at 5:04am


Paling sedih baca lowongan pekerjaan yang mencari karyawan dengan status single alias lajang.
Meskipun sekarang aku nggak nyari-nyari pekerjaan lagi, tapi membaca status single dalam lowongan pekerjaan membuat aku merasa trenyuh.

Sebenarnya apa alasan mereka mencari seorang yang belum menikah untuk dijadikan karyawan mereka. Karena menurut sudut pandangku, orang yang sudah menikah justru lebih qualified.

Karena sudah menikah, mereka tentu lebih bertanggungjawab, karena tentu saja, mereka telah memiliki beban ekonomis dan beban psikologis untuk menghidupi keluarga mereka. Jelas mereka lebih produktif, uang lebih banyak digunakan untuk menghidupi keluarga dan lebih sedikit untuk bersenang2 (kalo single kan terbalik).

Mereka juga lebih berhati-hati dalam bekerja, karena lebih takut dipecat daripada yang single. Mereka lebih memikirkan makan apa keluarga mereka daripada yang single. Kalo yang single sih masih lebih nyante, kalo nggak ada duit masih bisa minta makan ortu (kecuali yang mikir biaya nikah).
Orang sudah menikah juga memiliki kinerja dan motivasi yang lebh tinggi, karena sudah memiliki tujuan hidup yang lebih matang

Dan terutama, kalo semua mencari karyawan lajang, gimana dengan korban phk yang udah menikah?, anak-anak mereka gimana? kadang duit phk gak bisa buat ngapa-ngapain kecuali bayar utang atau hidup sebualan..apalagi buat modal.

apa seharusnya kita bikin undang-undang lagi ya?..ha ha...bikin tambah pusing pembuat dan pelaksana undang-undang aja

Huruf Hijjaiyah Lebih Mudah di Mengerti Anak.

by Trista Km on Tuesday, September 14, 2010 at 12:06am

Sebagai ibu Rumah Tangga (dan beberapa bulan ini merangkap sebagai guru TK), aku termasuk jenis ibu yang melahap berbagai bentuk ilmu dengan harapan bisa kujejalkan pada anakku. Salah satunya menerapkan home schooling di rumah.
Sejak 0 bulan, Lintang berusaha kujejali dengan berbagai macam wawasan, salah satunya belajar membaca, mulai dengan metode flash card, ejaan hingga yang terbaru fonic.
Lintang 3 tahun, meski kujejali dengan hal2 tersebut sejak usia 0 bulan, jelas progress nya tidak sesuai harapanku. dia belum bisa membedakan huruf dan angka, dan dia baru menghafal beberapa huruf saja.

TAPI....
sejak 2 bulan ini, Lintang mulai belajar qiroaty, aku menambah jam sendiri dari porsi di sekolahnya dan aku ajari dirumah dengan buku IQRO.
Amazing-nya...dibandingkan dengan belajar alphabeth, dia cepat sekali membaca (bukan cuma menghafal) huruf hijjaiyah.
Subhanallah, Allah memang memilihkan yang terbaik untuk kita, meskipun belum ada penelitian tentang hal ini, namun terbukti bahwa huruf hijjaiyah lebih mudah dipelajari oleh anak-anak.

Huruf hijjaiyah dalam rangkaian ayat-ayat AL Quran juga membuat mata tetap dapat berfungsi meski sudah uzur,  coba saja, banyak dari kakek nenek kita tetap bisa baca Al quran tanpa kacamata.
Yang lebih Amazing lagi....membaca Al Quran secara rutin memcegah Alzaimer alias kepikunan. Coba deh amati kakek, nenek atau kakek buyut kita yang hidupnya religius...mereka jarang ada yang pikun.

Rabu, 02 November 2011



Nasib negeri ini berbanding lurus dengan kemampuan kita menahan diri

by Trista Km on Saturday, July 2, 2011 at 7:56am


Musim penerimaan siswa baru
tetanggaku sibuk nyari sekolahan untuk anaknya
demi masuk sekolah favorit
dengan tanpa malu si ibu koar-koar berapa duit yang dia keluarkan
untuk melicinkan jalan si anak yang sebenarnya nggak mampu

Musim penerimaan pegawai
sang ayah sudah menyiapkan segebung uang
agar anak menjabat di kursi yang bisa dibeli

Musim pemilihan
ada sibuk cari posisi jadi politisi
yang hanya tahu politik menghancurkan
menyingkirkan negarawan brilian

lihatlah jadinya negeri ini
dipimpin oleh orang-orang yang memaksakan diri
merasa mampu
cuma merasa saja.....(padahal enggak...)
akhirnya kebodohan mereka menghabiskan warisan
yang seharusnya untuk cucu dan cicit mereka

bagaimana mereka mengajarkan kejujuran pada anak-anak mereka
bila mereka tidak bisa jujur?
bagaimana mereka menasehati anak-anak mereka untuk tidak bohong
padahal mereka pembohong?
bagaimana mereka mengingatkan anak-anak mereka untuk tidak mencuri?
padahal mereka memberi penghidupan keluarga mereka dengan mencuri.

menghabiskan setiap inci hutan demi mengisi pundi-pundi mereka sendiri
menandatangani perijinan membuka tambang harus pakai upeti...
mengijinkan kapal asing menghabisi seluruh ikan hingga nelayan lokal gigit jari
membekingi perusahaan asing yang mengeruk kekayaan negeri ini

kata mereka, cukup istigfar maka dosa akan terhapus (ada hadistnya neeh)
kata mereka hanya dengan sholat 4 rakaat sblm dan sesudah dhuhur maka neraka diharamkan menyentuh mereka. (ada hadistnya juga....)
kata mereka, kalo bisa bangun masjid maka nggak dosa kalo korupsi....(yg ini ngarang bangeddd)
bila kata mereka benar.....
bila kata mereka benar....
bila kata mereka benar....
???????????

kalaupun mereka benar ya Allah
jangan biarkan aku tergoda mengikuti mereka
jangan jadikan aku salah satu orang yang berbuat kerusakan di muka bumi

&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&